Rabu, 29 Juni 2016

Pekerjaan Pertamamu menentukan Pekerjaanmu Selanjutnya - Kemayu, 2016

duuhhh uda lama banget yaa saya ga nulis blog lagi.
Maaf ya, kesibukan kerja dan kuliah ternyata cukup menyita waktu saya, dan sebenarnya banyak sekali hal-hal menyenangkan yang patut diceritakan di blog ini.

Oke. tulisan saya kali ini didekasikan untuk pekerjaan pertama saya sebagai leader di Pull and Bear Galaxy Mall, 2 tahun yang lalu.
Ya, sejak 2 tahun yang lalu saya sudah resign dari PB, karena melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kuliah saya malam hari, after work hour. Jelas, jadwal kuliah saya tidak cocok dengan jam kerja saya.
jadi, karena saya prioritas ke kuliah, dengan berat hati saya mengundurkan diri dan mendapatkan pekerjaan baru.

Bekerja di industri ritel fesyen merupakan hal yang menyenangkan jika memang kamu memiliki passion di bidang tersebut. Bekerja di ritel fesyen adalah cara yang tepat untuk mengembangkan wawasanmu di bidang fashion management. apalagi, di Indonesia sendiri susah sekali cari mata kuliah ini. Kalo di luar negeri jelas banyak. Tapi kalo di Indonesia, mending milih langsung kerja di ritelnya, dapet ilmunya dapet juga bayarannya. haha
Cuma di ritel, kamu yang SPG bisa sampe level Manager. Di Pull and Bear sendiri, ada SPG lulusan SMA belum berpengalaman, dan masih 7 bulan kerja, bisa diangkat jadi SPV (melalui training) karena emang kerjanya dia bener, rajin, mau belajar, ga gampang nyerah, taat SOP, yaaaaa akhirnya jenjang karirnya bisa cepet naik. Saya sendiri 4 bulan di SPV langsung bisa training ke Deputy Manager. Modalnya hanya rajin dan mau kerja keras. Karena di level operasional emang banyak pekerjaan fisiknya. (eits jangan samakan Pull and Bear (inditex group) dengan grup lain yaaa. Dari omset aja beda jauh, otomatis beban kerjanya juga bakalan beda jauh)
Kalo analisisnya sih ga begitu ribet, cuma analisis penjualan per fixtures tiap minggu untuk bikin floor plan (rencana display untuk barang datang selanjutnya).
next, kalo kamu uda bisa mengatur toko dengan baik, kamu bakal ditantang lebih di assistant operational manager dengan membawahi beberapa toko sekaligus. Kalo di MAP sendiri sih yang ada masih MAP Fashion One (Nautica, Kipling, Cotton on, New Look, dkk), Untuk MAP merek Inditex (untuk merek Zara, PB, Stradivarius dkk) masih belum ada asst. Operational Manager karena tokonya belum terlalu banyak seperti MAP Fashion One. Nah, dengan kamu membawahi beberapa toko sekaligus, wawasan kamu tentang management akan bertambah. Kamu akan menemukan bahwa satu merek di tempat yang berbeda akan memiliki omset yang berbeda, best selling products yang berbeda, dsb. Kamu akan lebih peka terhadap karakter pasar di masing-masing toko, lebih luas lagi kamu juga dapat menganalisis karakter pasar di mall tersebut, bahkan di lingkungan sekitaran mall tersebut. Seru banget!

Oiya, kembali ke pekerjaan pertama. buat kamu yang mau lulus sekolah, pikirkan baik-baik akhir dari karir kamu ingin menjadi apa. Jika kamu memang ingin menjadi Brand Manager, ya dari awal terjun langsung di ritel fesyen. Jika kamu ingin jadi Sales Manager di perusahaan farmasi, ya dari awal kamu harus terjun di industri farmasi. Mengapa harus begitu? Karena kebanyakan yang udah udah, termasuk saya, pekerjaan pertamamu adalah yang menentukan pekerjaan keduamu, dst. Ketika kamu sudah memiliki pengalaman kerja, yang dilihat rekruiter bukan lagi almamater sekolahmu tapi pengalaman kerja kamu. Cocok ga sama posisi kosong di perusahaan ini?
Pendapat saya ini juga diamini oleh salah satu dosen MSDM saya di kampus. So, pikirkan dulu END-nya mau jadi apa, lalu masuk ke industri itu dari sekarang. Konsisten.

Oke, yang tertulis diatas ini hanya percikan pengalaman saya di pekerjaan pertama saya. Tidak ada unsur menjelek-jelekan atau merendahkan satu sama lain, atau pun untuk mencari keuntungan apapun. Tujuan penulisan ini sebatas sharing experience aja kok.
Bye, semoga bermanfaat :)


(ini foto-foto hari terakhir saya di Pull and Bear)
Thank you team :)










3 komentar:

Tan Andini Budiman mengatakan...

Mba kemayu, boleh tolong tanya psikotesnya isinya apa saja? Terima kasih

Tan Andini Budiman mengatakan...

Mba kemayu, saya boleh minta saran dan wejangan? Sekarang saya lagi proses sampai tahap intv user mba di bershka, kira" apa aja yg harus saya siapkan lahir batin ya mba utk training di jakarta? Krn kemarin ada di bahas akan training ke jakarta spt mba kemayu, skg saya domisili surabaya, terima kasih advicenya mba

K E M A Y U mengatakan...

dear Tan, maaf baru membalas. mungkin sekarang kamu uda lolos yaa di seleksi tahap akhir. selamat.
sekedar sharing. Proses rekruitmen di MAP itu beda-beda stepnya. Tergantung divisinya masuk perusahaan mana, menghandle brand apa. kalo mereka butuh cepet, bisa aja psikotestnya di skip (rekan selevel saya dlu sama2 ketrima dan training di Jakarta tanpa tahap psikotest loh) tapi kebetulan saya menjalani psikotest, kebetulan lokasi di surabaya.

Utk soal testnya, ga banyak kok. paling tes deret bilangan, kepribadian, gambar, trus tes konsistensi yang pake lembar besar kaya koran itu, hahaha. itu deh pokoknya.

trus untuk interview user, aku belum pernah menjalani sih, karena aku cuma 2x interview by phone aja sama pihak HRDnya, pake bahasa inggris. tapi beberapa ada yang interview di area terdekat, misal di surabaya, nanti HRDnya janjian skalian visit area surabaya gt. Terus kalo pas training yaa ngikutin program disana aja, belajar dari level SPG, trus SPV, Deputy, dst. Semua level ada SOP yang harus dipelajari, dan ada ujiannya. Semakin tinggi levelnya makin banyak pengujinya. Misalkan aku dulu direkruit utk cikal bakal jadi SPV, interviewerku ada 4 orang atasan, kalo manager, bisa kali 5 atasan, tapi tergantung juga sama lokasi trainingnya. kalo di surabaya kayanya ga bakal banyak krn ga mungkin atasan grudukan ngunjungi 1 area secara bersama2. tapi kalo dijakarta yaaaa, siap2 aja. hehe. Over all, enak kok training di jakarta. gaji utuh, karena kos dibayarin, uang makan dikasi, jd bisa buat belanja2 kalo laper mata.

oiya, advice training yaa: jgn males2 belajar. ga hanya teorinya, tapi juga langsung kamu praktekan. apalagi kalo nantinya cikal bakal jadi SPV, ato manager. Belajar emg dari bawah (level SPG), tapi dengan kamu belajar bener2 dari sumber yang bener, kamu bakal jd contoh yang baik buat bawahanmu nanti. logikanya, kalo kamu jd SPG aja ga bener, sering kali akan menimbulkan mistrust, alias ketidak percayaan bawahan terhadap atasan. kasus kaya gini bakal menyulitkan kerjamu sendiri sebagai atasan.

Posting Komentar

thx for visiting

best regards,
kemayu